DESKRIPSI
FILM DANGEROUS MINDS
Film
ini menceritakan tentang LouAnne Johnson (Michelle
Pfeiffer ) yaitu seorang mantan marinir yang menjadi guru Bahasa Inggris,
LouAnne Johnson kini akrab di kenal dengan sebutan Mrs John’s. Dia terdampar di
Parkmont High School, menjadi pengajar di kelas khusus (sekelompok anak muda
cerdas, dengan sedikit atau tanpa pendidikan, yang cenderung menerima kegagalan
sebagai warna hidupnya). Mrs John’s memilih untuk meraih kepercayaan dan
membuat perubahan pada hidup mereka. Cerita bermula dari Mrs John’s melamar
sebagai guru atas rekomendasi Mr. griffits dan langsung diterimanya Mrs John’s
sebagai guru akademik yang bekerja penuh untuk menggantikan Mrs shepherd yang
keluar dan 3 guru pengganti lainnya yang terakhir Mrs gingrich yang jatuh sakit
pada hari ini Parkmont High School. Mrs John’s yang memiliki kemampuan dalam
bidang sastra Inggris dan pengalaman sebagai BA di literature inggris,humas
telemarketing dan marinir dan belum memiliki sertifikat mengajar. Dia berhenti
dari marinir, karena mengalami kegagalan rumah tangga dan bercerai dengan
suaminya. Sehingga dia menerima dengan senang hati ketika Carla Nicholas (Robin Bartlett), sang Wakil Kepala
Sekolah menawarkan kepadanya posisi guru akademik kelas khusus, dengan gaji
24.700 dolar per tahun.
Hari
pertama mengajar, Mrs John’s bersemangat karena di janjikan akan mendapat siswa
khusus yang cerdas. Namun kenyataannya berbeda ketika ia masuk di kelas
tersebut. Ternyata yang dihadapinya adalah anak- anak yang sulit untuk
dikendalikan. Anak-anak yang berasal dari ras yang beragam tersebut, masih
tetap bernyayi, bercakap-cakap dan sibuk dengan urusan masing-masing. Ketika
berusaha meminta perhatian, tetap saja dia diabaikan. ketika berusaha bertanya
tentang kenapa guru sebelumnya berhenti mengajar. murid – murid menjawab “
bahwa mereka telah membunuh Mrs. shepherd dan mengatainya pelacur “.Mrs John’s
harus menerima pelecehan dari Emilio Ramirez (Wade Dominguez ), siswa yang paling berpengaruh di kelas tersebut, Dan hari pertama berakhir dengan kemarahan dan
rasa malu yang harus dibawa ketika Mrs Johns memutuskan untuk meninggalkan
kelas.
Orang
pertama yang ditemui Mrs John’s adalah Griffith rekan kerjanya. Mrs Johns
merasa iri dengan kelas yang di ajar oleh Griffith.dan kesal karena Griffith
tidak memperingatkanya terlebih dahulu kelas yang akan diajarkannya. Griffith
berkata kalau “ kau akan mengajarnya “. Lalu Griffith mencoba memperingatkan tentang
bagaimana anak-anak yang akan dihadapinya di kelas khusus, kuncinya bahwa guru
harus bisa memusatkan dan menarik perhatian siswa.
Lalu
sesampai di rumah, Mrs John’s berfikir bagaimana cara mengatasi permasalahan
yang kini dihadapinya. Semalaman Ia membaca buku tentang mengajar dan mendapat
masukan dari temannya untuk menarik perhatian siswa- siswanya. Akhirnya Mrs
John’s menemukan jalan keluar untuk mengatasi masalah ini. Ia memutuskan untuk
mengajari karate pada awal pertemuannya, dan memperkenalkan diri sebagai mantan
marinir. Ketika dua orang muridnya Raul dan Durrel merespon ajarannya dan
melakukan dengan baik, Mrs John’s memberikan nilai A untuk semua siswanya,
dengan syarat mereka harus mempertahankan sampai akhir tahun agar bisa lulus
dari SMA.
Perhatian
dan antusiasme ini yang kemudian digunakannya untuk mengajarkan jenis kata,
konjugasi kata, makna kata dan makna kalimat. Topik yang dipilihpun berdekatan
dengan apa yang sehari-hari harus dihadapi oleh siswa-siswanya dengan
lingkungan yang kental dengan kekerasan, seperti memilih, kematian,
mengendalikan hidup dan memilih dalam menghadapi hidup dan kematian.
Siswa-siswanya mulai tertarik, Callie Robert (Bruklin harris), Raul sanchero ( Renoly santiago ), Durrel, ternyata cukup cerdas menanggapi
pelajaran yang diberikan. Keberhasilan pertama Mrs John’s diiringi peringatan
keras dari kepala sekolah karena mengajarkan karate pada siswanya, walaupun
dengan alasan untuk menarik perhatian sekalipun. Mrs John’s harus mengikuti
kurikulum yang berlaku di sekolah tersebut
Mrs
John’s meneruskan usahanya mengajarkan tentang kata dan penggunaannya dengan
memberikan coklat dan makanan kecil bagi mereka yang dapat menjawab atau
menjelaskan dengan benar. Motivasi yang semakin terbentuk kemudian diperkuat
dengan tantangan untuk memahami puisi. Bila mereka mampu membaca puisi, maka
mereka dapat membaca apa saja. Mrs John’s memberi tugas untuk membaca dan
memahami satu puisi dengan janji, bila mereka berhasil mereka semua akan di
bawa ke arena bermain, dengan roller coaster dan permainan lainnya yang terbaik
di dunia. Mereka tidak harus membayar sepeserpun karena didanai oleh Dewan
Pendidikan (padahal semua dana berasal dari uangnya pribadi). Sekali lagi, Mrs
John’s mendapat tantangan dari Emilio yang menganggap semuanya omong kosong,
tantangan untuk menundukkan siswa yang paling berpengaruh di kelasnya.
Mrs
John’s memberikan puisi-puisi Bob Dylan yang berisi kehidupan jalanan dengan
para pengedar narkotika dan kekerasan, serta kemampuan untuk memilih dalam
memaknai hidup. Mrs John’s ingin mengajari mereka tentang makna hidup dengan
menyentuh langsung kehidupan mereka. Mrs John’s sendiri sebenarnya sedang
mencari makna hidupnya, trauma akan penyiksaaan suami, perceraian dan aborsi
yang terpaksa harus dilakukan, membuat dia masih menutup diri untuk hubungan
pribadi. Dan hal semangat siswa-siswanya sebenarnya semangat juga bagi dirinya.
Masalah
bertambah ketika Raul dan Gusmaro yang bertubuh kecil, berkelahi dengan Emilio
yang bertubuh tinggi, besar dan kekar. Mrs Johns berusaha memisahkan mereka,
tapi melakukan satu kesalahan fatal, mengatakan bahwa Emilio jauh lebih kuat
dari Raul dan Gusmaro, dan tak pantas berkelahi dengan mereka. Ini di rasa sebagai
pelecehan terhadap Raul dan Gusmaro. Tanpa sepengetahuan Mrs John’s,
perkelahian inipun tetap terjadi, Raul dan Gusmaro yang mengeroyok Emilio
diskors tiga hari, sedang Emilio mendapatkan peringatan keras.
Mrs
John’s ingin membantu Emilio yang penuh kebencian, namun dia menolak bantuan
tersebut. Hari itu juga Mrs John’s melakukan kunjungan ke rumah Raul. Mrs
John’s menjelaskan pada orang tua Raul yang marah dan ingin memberikan hukuman
tambahan pada anak tersebut, bahwa Raul tidak bersalah. Bukan dia yang memulai
perkelahian. Bahkan Raul dikatakan sebagai salah satu murid favoritnya yang
cerdas, lucu dan pandai bicara. Pernyataan yang mampu membuat Raul dan orang
tuanya bangga dan terharu. Mrs John’s melakukan kunjungan yang sama pada dua
siswa yang lain. Kunjungan yang akhirnya mendapatkan penghargaan yang baik,
bahkan oleh Emilio. Sehingga dia mendapatkan dukungan dari Emilo ketika
anak-anak lain dikelas menuduh mengadukan perkelahian tersebut. Bahkan Emilio
mau bergabung dalam diskusi kelas, hal yang tidak pernah dilakukan sebelumnya
Berkali-kali
Mrs John’s mengatakan bahwa anak-anak tersebut bukanlah korban, memiliki hak
untuk memilih dan mengatur apa yang akan dilakukan dalam hidupnya. Dan dia
menyampaikannya selalu melalui media pembahasan makna puisi. Setelah memenuhi
janjinya mengajak anak-anak tersebut ke taman bermain, dan kembali mendapat
teguran keras karenanya, Mrs John’s mengadakan Dylan-Dylan Contest, dengan
hadiah makan malam dengannya di sebuah restoran mahal terkemuka. Kontes
tersebut merupakan kontes mencari persamaan satu puisi karya Bob Dylan tentang
kematian, dengan satu puisi Dylan Thomas.
Kontes
tersebut dimenangkan oleh Raul, Durrel dan Callie, namun semuanya mendapat
hadiah untuk usaha yang telah dilakukan. Sayangnya, hanya Raul yang bisa pergi
makan malam, karena kedua murid yang lain harus bekerja pada malam hari. Pada
saat itu masalah muncul lagi karena Raul memutuskan untuk berhutang jas seharga
200 dollar kepada renternir untuk makan malam tersebut, dan harus
mengembalikannya dalam beberapa hari. Dan Raul pun menceritahakan hal tersebut
kepada Mrs John’s dan meminta ijin membolos untuk mencari uang pengganti kepada
rentenir tersebut, atau dia akan dibunuh. Mrs John’s, tidak memberikan ijin
kepada Raul, tetapi ia bersedia meminjami Raul uang yang dibutuhkan dengan
syarat, Raul harus bisa lulus dari sekolah, sebagai bayaran hutang, dan Mrs
John’s menekankan bahwa Raul adalah orang yang bertanggung jawab terhadap
janjinya.
Mrs
John’s juga menghadapi masalah ketika akhirnya tahu bahwa Callie, siswa
terpandai di kelasnya telah hamil dan memutuskan untuk keluar dari Parkmont,
dan masuk ke Clearview, sekolah yang mengajarkan cara merawat bayi dan menjadi
ibu muda yang baik. Walaupun akhirnya Mrs John’s tahu bahwa di sekolah tersebut
sebenarnya tidak pernah ada larangan bagi siswi untuk hamil, seperti yang
disangka oleh Callie, namun dia tak mampu mengubah keputusan Callie. Keputusan
Callie didukung oleh ibunya, yang menganggap Mrs John’s sebagai wanita yang
tidak suka laki-laki dan tidak suka pernikahan. Mrs John’s mengaku kalau
dirinya pernah menikah dan mengandung.
Siswa
juga mulai ketagihan dengan hadiah setiap mempelajari puisi yang baru. Namun
Mrs John’s mampu menanamkan bahwa belajar itu sendiri merupakan hadiah bagi
mereka. Bisa membaca dan memahami sesuatu, tahu cara berpikir, dan mampu
melatih proses berpikir adalah hadiah. Pikiran yang kuat harus dilatih terus,
tiap kenyataan baru memberi pilihan yang lain, tiap pemikiran baru membentuk
otot pikir yang baru, dan kita butuh otot-otot tersebut sebagai senjata dalam
hidup kita.
Masalah
lain muncul ketika Durrel dan Lionel, dua saudara kembar, keluar dari sekolah
karena ibunya menganggap Mrs John’s telah meracuni mereka dengan puisi dan
impian tentang masa depan yang tidak relistis dengan kehidupan mereka.
Goncangan
terberat yang dirasakan Mrs John’s adalah saat dia tidak mampu menolong Emilio
mengatasi permasalahan yang dihadapi. Emilio dituduh oleh murid Parkmont High
School lain yang juga menjadi pengedar narkoba, merebut pacarnya. Emilio
diancam akan dibunuh. Mrs Johns memberinya tempat menginap dan berhasil
menyadarkan Emilio untuk tidak gelap mata dan melakukan pembunuhan sebelum dia
sendiri di bunuh. Emilio disarankan untuk melaporkan kasus tersebut dan meminta
perlindungan kepada Kepala Sekolah. Emilio mau melakukannya. Sayangnya, Emilio
diusir oleh Kepala Sekolah hanya karena tidak mengetuk pintu, sebelum masuk
kantor Kepala Sekolah. Di hari yang sama pengusiran yang dilakukan Kepala
Sekolah, Emilio ditemukan tiga blok dari sekolahnya, dalam keadaan tidak
bernyawa.
Kejadian
tersebut membuat Mrs John’s terpukul dan memutuskan untuk berhenti mengajar
pada akhir semester pertama. Namun demikian, murid-muridnya menyadarkan Mrs
Johns tentang ajaran-ajarannya tentang memilih jalan hidup dan untuk tidak
menyerah pada kegagalan. Di hari terakhir Mrs John’s mengajar, Callie yang
telah memutuskan untuk masuk sekolah ke’’ibu’an, kembali dan menyadarkan Mrs
John’s, bahwa semua siswa- siswanya yang masih bertahan sangat membutuhkan Mrs
John’s. Mereka membutuhkan kehadirannya untuk tetap bersama mereka untuk
mewujudkan cita-cita dan jalan yang telah mereka pilih, untuk sekolah dengan
serius. Dan akhirnya Mrs John’s bersedia kembali, dan menemukan kembali
semangatnya untuk bersama-sama mewujudkan apa yang telah dia mulai.
Identifikasi
masalah
a. Mrs.
LouAnne Johnson mendapat tantangan mengajar di kelas khusus yang seluruh
siswanya berisi anak – anak berandalan, akrab dengan dunia obat – obatan,
ketimpangan sosial dan berasal dari keluarga dari lingkungan yang tidak baik
atau lingkungan yang banyak masalah. dikelas mrs. john’s tidak dianggap sebagai
guru akademi oleh siswanya. Mrs. john’s dikasih tau oleh salah satu siswi yang
bernama callie kalau ingin mengendalikan kelas ini harus bias mengendalikan
Emillio salah satu siswa yg berkuasa dikelas ini.
b. Masalah
perkelahian antara Raul bersaudara dengan Emillio yang mengakibatkan Raul
bersaudara di skorsing dari sekolah selama 3 hari. Mrs
John’s ingin membantu Emilio yang penuh kebencian, namun dia menolak bantuan
tersebut. Hari itu juga Mrs John’s melakukan kunjungan ke rumah Raul. Mrs
John’s menjelaskan pada orang tua Raul yang marah dan ingin memberikan hukuman
tambahan pada anak tersebut, bahwa Raul tidak bersalah. Bukan dia yang memulai
perkelahian. Bahkan Raul dikatakan sebagai salah satu murid favoritnya yang
cerdas, lucu dan pandai bicara. Pernyataan yang mampu membuat Raul dan orang
tuanya bangga dan terharu. Mrs John’s melakukan kunjungan yang sama pada dua
siswa yang lain. Kunjungan yang akhirnya mendapatkan penghargaan yang baik,
bahkan oleh Emilio. Sehingga dia mendapatkan dukungan dari Emilo ketika
anak-anak lain dikelas menuduh mengadukan perkelahian tersebut. Bahkan Emilio
mau bergabung dalam diskusi kelas, hal yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.
c. Mrs
John’s juga menghadapi masalah lagi ketika akhirnya tahu bahwa Callie, siswa
terpandai di kelasnya telah hamil dan memutuskan untuk keluar dari Parkmont,
dan masuk ke Clearview, sekolah yang mengajarkan cara merawat bayi dan menjadi
ibu muda yang baik.
d. Masalah
lain muncul ketika Durrel dan Lionel, dua saudara kembar, keluar dari sekolah
karena ibunya menganggap Mrs John’s telah meracuni mereka dengan puisi dan
impian tentang masa depan yang tidak relistis dengan kehidupan mereka.
e. Masalah
terberat Mrs John’s adalah saat dia tidak mampu menolong Emilio mengatasi
permasalahan yang dihadapi. Emilio dituduh oleh murid Parkmont High School lain
yang juga menjadi pengedar narkoba, merebut pacarnya. Emilio diancam akan
dibunuh. Mrs Johns memberinya tempat menginap dan berhasil
menyadarkan Emilio untuk tidak gelap mata dan melakukan pembunuhan sebelum dia
sendiri di bunuh. Emilio disarankan untuk melaporkan kasus tersebut dan meminta
perlindungan kepada Kepala Sekolah. Emilio mau melakukannya. Sayangnya, Emilio
diusir oleh Kepala Sekolah hanya karena tidak mengetuk pintu, sebelum masuk
kantor Kepala Sekolah. Di hari yang sama pengusiran yang dilakukan Kepala
Sekolah, Emilio ditemukan tiga blok dari sekolahnya, dalam keadaan tidak
bernyawa.
Metode
yang di pakai oleh Mrs Louanne john
a. Pendekatan
behavioristik
Dalam
pendekatan ini diterapkan bahwa anak-anak membutuhkan peran orangtua dalam
pembelajaran, mereka suka meniru dan menyukai berbagai bentuk penghargaan
seperti hadiah ataupun pujian.
Dalam
film ini dapat kita lihat penerapan pendekatan behavioristik dalam
pengajarannya yaitu dengan cara:
1.
Tingkah laku yang selalu diulang oleh
Mrs. Johnson supaya tercipta asosiasi yang kuat antar keduanya. Contoh tingkah
laku yang berulang adalah dengan memberikan
kasih sayang kepada anak-anak didiknya dengan selalu mencoba
membantu masalah yang dihadapi oleh anak
didiknya.
2.
Terjadi penguatan positif yang diberikan
Louanne Johnson kepada anak-anak didiknya.
3.
Mrs. Johnson melakukan kontribusi dalam
pembelajarannya. salah satunya, menyediakan pembimbingan. Mrs. Johnson
membimbing anak-anak didiknya jika melakukan kesalahan.
b. Pendekatan
humanistik
Tujuan
utama pendekatan ini adalah untuk memanusiakan manusia (peserta didik). Tujuan
utama pendidik adalah membantu anak didiknya untuk bias mengembangkan dirinya
sendiri.
Pertama
kali Mrs. Johnson gagal menjalin komunikasi dengan muridnya, karena datang
sebagai “orang asing”. Namun, kemudian Mrs. Johnson berhasil menjadi bagian
dari komunitas kelas tersebut, dan bersama-sama melaksanakan proses
belajar-mengajar yang sesuai dan diterima oleh murid-muridnya. Loanne Jonhson
dalam hal ini mencoba untuk memaknai arti pendidikan dan kasih sayang yang diberikan
kepada anak-anak didiknya melalui pelajarannya. Sebagai pendidik Louanne tidak hanya memberikan
pelajaran saja, melainkan melalui pelajarannya itu diberikannya nilai-nilai
kehidupan disetiap materi-materinya. Selain itu, Mrs. Johnson selalu peduli dengan
anak-anak didiknya disaat mereka mendapat masalah, sehingga hasilnya pun
berhasil membuat anak-anak didiknya yang tadinya nakal, urakan, dan
berandalan menjadi anak-anak yang baik
dan saling mengerti satu sama lain.
c. Pendekatan
belajar kognitif
Dalam
teori ini, proses pembelajaran akan berjalan dengan baik bila materi pelajaran
baru yang diajarkan dapat beradaptasi secara tepat dan serasi dengan daya
kognitif yang telah dikuasai oleh murid. Yang diterapkan Mrs Johnson dalam
teori ini adalah memberikan materi sesuai dengan keadaan dan kondisi murid yang
hidup dalam kekerasan, kemiskinan, kehidupan dan juga kematian. Sehingga murid
mampu mencerna dengan baik pelajaran
yang diberikan.
d. Pendekatan
kontruktivistik
Dalam
pendekatan ini lebih ditekankan pada pemahaman siswa serta siswa mampu
memecahkan persoalan dalam konteks pemaknaan yang dimiliki siswa. Dalam film
ini dapat kita lihat bahwa mrs. Johnson lebih mengutamakan pemahaman
murid-muridnya dengan mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih menarik
siswa dan juga lebih banyak menularkan pengalaman serta ilmu pengetahuan
sebagai modal untuk masa depan yang lebih baik
Hal-
hal yang bisa kita ambil dari Film Dangerous Minds:
Film
Dangerous Minds ini sangat baik untuk disimak terutama bagi para pendidik
ataupun peserta didiknya. Ada banyak hal yang dapat kita pelajari dari film
ini, terutama bagaimana tokoh LouAnne sebagai seorang guru yang harus berjuang
keras dalam meberikan pembelajaran kepada peserta didiknya yang bisa dibilang
bandel dan sulit diatur.
Beberapa
hal yang dapat kita ambil dari film ini adalah:
1. Sebagai
seorang guru, kita harus mampu memahami karakteristik peserta didik kita
sebelum kita (guru) melakukan pembelajaran. Dengan mengenali karakteristik
peserta didik, kita bisa menentukan metode atau cara yang tepat untuk
membelajarkan kepada siswa. Kecocokan penggunaan metode sangatlah penting agar
pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan tujuan pembelajaran dapat
tercapai dan dikuasai oleh peserta didik. Jika metode yang guru pakai tidak
cocok dengan karakteristik siswa, maka yang terjadi adalah pembelajaran sulit
dilaksanakan, ada tentangan dari peserta didik dan pada akhirnya tujuan
pembelajaran tidak dapat tercapai.
2. Sebagai
seorang guru, diperlukan adanya suatu perjuangan atau semangat tinggi untuk
melakukan pembelajaran. Kita tidak boleh mudah putus asa atau mudah menyerah
ketika satu cara yang kita terapkan mengalami sebuah kegagalan. Guru harus
pandai, dan terampil dalam menciptakan atau menggabung-gabungkan berbagai
metode agar pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.
3. Banyak
cara yang bisa digunakan guru untuk menarik perhatian murid-muridnya, antara
lain:
·
Memberi motivasi
·
Memberi hadiah
·
Memberi hukuman yang positif
Tetapi
perlu diingat bahwa saat memberikan suatu hadiah jangan dilakukan terlalu.
Karena hal ini dapat membuat mental peserta didik menjadi kurang baik, misalnya
jira tidak diberi hadiah maka tidak mau melakukan tugas dari guru. Sadarkan
siswa bahwa belajar itu sendiri merupakan hadiah yang sangat berharga dan
sangat bermanfaat bagi masa depan peserta didik.
4. Karakteristik
setiap siswa dalam satu kelas itu tidak sama. Oleh sebab itu, sebagai seorang
guru juga harus bisa melakukan berbagai pendekatan kepada siswa. Adapun
pendekatan tersebut bisa kita lakukan secara kelompok maupun secara personal
atau individual. Contoh pendekatan kelompok yang dapat kita ambil dari film
tersebut yaitu ketika diadakan Dylan-Dylan Contest. Sedangkan pendekatan
personal dapat kita ketahui ketika Mrs John’s mengadakan kunjungan pada
siswanya yang bermasalah. Selain itu, sebagai seorang guru kita juga harus bisa
menumbuhkan semangat bagi siswa serta menarik siswa untuk senantiasa aktif
dalam kegiatan belajar mengajar.
Masalah
keluarga, seperti keluarga yang termasuk ”broken home”, dan berasal dari
keluarga miskin, dapat mempengaruhi perkembangan psikologi individu tersebut,
misalnya individu tersebut menjadi tertutup, tertekan, dll. Untuk itu sebagai
seorang guru juga harus memperhitungkan dan memberikan perhatian lebih kepada
perkembangan psikologis peserta didiknya.
MAKALAH
ANALISIS FILM DANGEROUS MINDS
Disusun
guna memenuhi tugas mata kuliah Bimbingan dan konseling
Dosen
Pengampu : Muslikhah, S.Pd, M.Pd
disusun
oleh :
Irma rahmawati
030215A090
PROGRAM
STUDI D-IV KEBIDANAN
STIKES
NGUDI WALUYO
UNGARAN
2015